Kali ini Popstation mau membahas sosok Bulma, baik dalam manga dan anime, karakter perempuan paling ikonik ini ternyata sangat dekat dengan gambaran wanita ideal sang kreator, Akira Toriyama.
Sejak awal kemunculannya, Bulma sudah menjadi karakter perempuan paling dicintai di Dragon Ball. Alasannya jelas: Bulma sangat sesuai dengan model wanita ideal yang pernah diungkap Toriyama dalam wawancara tahun 1987.
Bulma Dragon Ball: Karakter Favorit Akira Toriyama
Toriyama pernah berkata: “Saya cukup tidak sabar, jadi saya tidak tahan dengan orang yang bertele-tele. Wanita yang menarik dan efisien itu luar biasa.” Kecerdasan, efisiensi, dan pesona Bulma membuatnya jadi karakter favorit Toriyama. Dari berbagai elemen cerita hingga peran penting di alur utama, Bulma selalu tampil sebagai sosok yang memiliki hampir semua kualitas yang dicari sang penulis.
Bulma, Wanita yang Sesuai Selera Toriyama
Bahkan setelah Toriyama wafat, kita bisa melihat kembali bagaimana ide-idenya terbentuk.
Bulma digambarkan sebagai sosok cerdas, tajam, dan sangat efisien. Ia menciptakan Dragon Radar, alat yang mendorong keseluruhan saga Dragon Ball. Selain itu, Bulma tak pernah takut menyuarakan pendapatnya, bahkan di depan Beerus atau Vegeta. Keberanian itu adalah puncak karakter Bulma, dan jelas sesuai dengan selera Toriyama.
Gaya dan fashion Bulma juga terus berevolusi di setiap arc, mencerminkan kepercayaan diri serta kemandiriannya. Semua ini menunjukkan bahwa Toriyama benar-benar membentuk Bulma berdasarkan sosk wanita ideal yang ia bayangkan.
Humor Toriyama yang Mengejutkan
Dalam wawancara yang sama, Toriyama sempat bercanda ketika ditanya apakah ia akan berselingkuh dari istrinya. Ia menjawab: “Kalau saya tahu tidak akan ketahuan, mungkin saya akan mencobanya.”
Pernyataan ini cukup mengejutkan, apalagi datang dari pencipta Dragon Ball. Bayangkan jika sosok seperti Bulma ada di dunia nyata. Dengan kecerdasan, kepercayaan diri, dan keberanian seperti itu, situasinya tentu akan terasa dramatis kali ya? Meski begitu, Toriyama selalu menunjukkan rasa hormat dan kekaguman yang tulus pada istrinya, jadi candaan ini sebenarnya tidak mencerminkan kehidupannya secara nyata.




