Kalau ngomongin Detective Conan, pasti nggak asing lagi sama sosok Kogoro Mouri. Karakter yang kerap dijuluki “detektif pemula”, “detektif tidur”, atau “detektif berjenggot” ini selalu bikin pembaca tertawa sekaligus geregetan. Meski sering terlihat ceroboh, naif, dan kurang peka, Kogoro Mouri justru nggak dibenci, bahkan punya banyak penggemar. Kok bisa, ya? Nah, biar nggak penasaran, yuk kita simak bareng Popstation.
Ceroboh dan Kurang Taktis
Salah satu ciri paling jelas dari EQ rendah Kogoro Mouri adalah sikapnya yang acuh dan kurang peka saat berkomunikasi.
Ia sering gagal membaca emosi, ekspresi, atau maksud tersembunyi dari perkataan orang lain. Akibatnya, ia tidak bisa memahami, membagikan, atau peduli dengan perasaan orang lain dengan baik. Misalnya, dalam banyak kasus, Kogoro memberi pujian yang salah sasaran atau bahkan konyol sehingga membuat orang lain merasa canggung atau kesal.
Kogoro juga sering berselisih dengan istrinya, Eri Kisaki, atau bertengkar dengan putrinya, Ran, tanpa sadar hal kecil bisa menyakiti mereka.
Sikap ceroboh dan kurang taktis ini membuat Kogoro terkadang mengucapkan atau melakukan hal yang bikin orang lain tidak nyaman. Ia nggak sadar terhadap perasaan orang lain atau usaha yang mereka lakukan, hingga cerita kadang mencapai “dead end” secara komedi baik di manga maupun anime.
Emosi Tak Terkendali dan Terlalu Percaya Diri
Salah satu tanda EQ rendah yang mudah terlihat dari Kogoro adalah emosinya yang gampang meledak. Hanya karena sedikit masalah, ia bisa marah, berteriak, mengetuk meja, bahkan kadang menggunakan kekuatan fisik untuk melampiaskan amarahnya.
Selain itu, sifat kompetitif dan keinginan untuk diakui membuat Kogoro sering sombong dan membanggakan kemampuan detektifnya, meski sebagian besar keberhasilannya sebenarnya berkat Conan. Sikap puas diri dan kurangnya kesadaran diri ini bikin penonton sekaligus terhibur dan gemas melihatnya.
Namun, saat menghadapi situasi di mana ia harus menunjukkan kemampuan atau perhatian terhadap orang yang dicintai, Kogoro sering jadi “negatif tak terbatas”. Alih-alih memberikan kata-kata penghiburan, ia lebih suka menghindar atau menonton TV, hingga orang lain menganggapnya dingin atau tak peduli. Yah, memang begini salah satu ciri khas orang dengan EQ rendah, punya perasaan tapi nggak tahu cara mengekspresikannya, sehingga terlihat “tak terlihat”.
Kogoro Mouri Si Ceroboh yang Tetap Jadi Favorit
Meski jelas digambarkan sebagai karakter dengan EQ paling rendah di Detective Conan, Kogoro Mouri tetap memiliki basis penggemar besar. Alasannya karena sifat ceroboh dan emosionalnya menjadi elemen humor yang menyeimbangkan ketegangan kasus.
Kogoro Mouri juga bukan sosok jahat. Ia tetap seorang ayah yang menyayangi Ran dan suami yang peduli pada Eri, meski cara mengekspresikannya sering canggung. Justru ketidaksempurnaan ini membuatnya terasa “realistis” dan dekat dengan pembaca. Ia mewakili sosok pria paruh baya yang keras kepala, kurang peka, tapi berhati hangat. Kalian setuju guys?




